Cerita Curhatan Gue, Blitar Jumat 21 September 2018 -->

ZuperEka

Cerita Curhatan Gue, Blitar Jumat 21 September 2018

ZuperEka
Monday, October 1, 2018

Motivator_@Ratu Eka Bkj

Sore ini, seperti biasanya gue menghabiskan waktu di Telkom Blitar. Ya benar, semenjak gue ikut tinggal ortu di Blitar. Saya sering mengisi hari-hari ku disini. Mengapa tidak? Disini, biasanya saya sedang mengerjakan suatu projek. Yapz, apa lagi jika bukan mengelola bisnis EKA BKJ di internet, dan projek penulisan karya buku saya. Ya, saya mencari wifi di Telkom.

Bukan hanya itu, bahkan terkadang saya tidak beli kartu wifi ke pak satpam, hehehe. Alasannya sih, saya lagi punya paketan data. Jadi, saya bisa tetring deh. Lalu, mengapa harus ke Telkom jika bisa pakai tetring paketan. Soalnya, di rumah bosen. Suasananya kayak gitu, gak nyaman. Berisik. Mengusik. Polusi suara. Yapz, adik tiri dan ayah tiriku yang menyebalkan itu dengan tingkahnya. Adik tiriku yang suka jail dan mengganggu. Misalnya, melempari barang ke aku, memukul pakai baju, menggeser-geser laptop, dan sejenisnya.

Belum lagi, ayah tiri dan adik tiri ku suka kentut sembarangan. Bahkan, sengaja di hadapkan atau di dekatkan ke saya. Menyebalkan banget kan Gays. Belum lagi, kalau kata-kata sindiran yang pedas terlontar dari mereka. Misalnya, ngemis panganan, cuma numpang doang, atau sejenisnya. Padahal siapa yang numpang dan ngemis makanan. Padahal situ kale yang cuma ngemis kerjaan. Kenapa saya bilang gitu? Yaps benar, dia itu sebenarnya adalah kuli bangunan, sebelum nikah sama Ibuku. Semenjak ayah dijemput sang Pencipta, ayah meninggalkan warung soto yang sekarang dipegang sama ayah tiri gue. Belum lagi, itu bapaknya ayah tiri gue dan saudaranya ayah tiri gue, yang suka jualin barang-barang kepunyaan Ayah atau Ibu kandung gue. Seperti kambing, kayu, dan bahkan menggadekan rumah mbah gue juga pernah low.

Atau lagi, menyindir dengan meremehkan profesiku. Pura-pura cerita ke Ibu ku tentang gaji anak saudaranya yang banyak karena jadi PNS. Padahal, gue emang nggak mau jadi PNS. Meski gajinya triliunan juga nggak mau. Kenapa? Karena menjadi PNS, karyawan, dan sejenisnya tidak memeberikan solusi atas problematika negeri. Hanya menambah beban Negara. Sedangkan saya, wanita aktifis pejuang yang ingin memajukan dan mensejahterakan Indonesia dan umat Islam. Meningkatkan ekonomi masyarakat dan menolong banyak orang yang membutuhkan, saling berbagi. Makanya, saya memutuskan ingin berprofesi menjadi Pengusaha, Penulis, Blogger dan Youtubers, Motivator dan Trainer, Pemimpin Negara.

Nah, karena berubung sekarang saya masih merintis profesi tersebut. Mangkanya keluargaku sering meremehkan saya. Karena, namanya masih merintis tahu sendiri kan. Berbisnis ada kalanya untung, ada kalanya cobaan. Begitu pun menulis, ada kalanya kita semangat menulis, terkadang kurang mood dan tulisan tertunda. Atau sudah punya tulisan tapi menembus mayor kan nggak semudah membalikkan telapak tangan. Dan kalau indie atau self, kan sistem penghasilan kita seperti berbisnis.

Bahkan, bukan hanya keluarga tiri gue yang ngremehin. Ibu kandung gue terkadang juga. Meski dia, disisi lain mendukung dan mendoakanku tentang cita-cita ku. Tapi, dia orangnya plin-plan alias labil. Kenapa? Ya iyalah, orang Ibu ku tuh orangnya pragmatis. Terkadang dia tidak sabaran. Bilang kalau “Mbok yow cari kerjaan sing cepet sukses”, “Gak sui-sui ngene”.

Atau bahkan sering bersikap sengit padaku, dan menganggapku sebagai seorang pengangguran. Padahal, saya kan kerja jadi Penulis dan Pebisnis. Mungkin persepsinya, orang kerja harus ikut orang dan tiap bulan gajian. Itu kan mental buruh, alias mental terjajah. Dan saya menolak itu. Gak cuma Ibu, bahkan adik kandung saya terkadang juga berekspresi seolah-olah saya seorang pengangguran. Menyebalkan banget. Ya saya akui, sekarang saya masih merintis belum berpenghasilan lebih seperti yang mereka harapkan. Tapi, tolong dong hargain gue. Gue juga berjuang keras banting tulang, pagi siang malam di depan laptop.

Ya, meskipun kadang kalau gue uda terlanjur jenuh dengan hari-hari dan suara mereka yang menyebalkan. Gue sering tidur sesukan gue sih, dari malem ampek siang. Habis gue lagi baadmood dengan hari yang menjenuhkan. Belum lagi kalau lihat Ibu dan Ayah tiri gue berantem soal duwit. Dan juga suara adik tiri gue yang ribut soal minta uang buat PS-an, makin sumpek banget gue. Apalagi Ibu gue dan adik tiri gue, selalu nyebutin gue “Bathang” sambil teriak-teriak gitu mereka, kalau bangunin gue sedang tidur. Bahkan ditendang kaki gue. Makin sumpek aja. Itu mangkanya juga, gue sering menghabiskan waktu lebih baik di Telkom. Sampai nginep-nginep segala, ya benar.

Sebenarnya, gue kepingin sih segera rumah sendiri dan juga buka perusahaan. Atau sekedar kos dulu lah. Tapi, uang gue belum cukup. Pasalnya, masih buat bayar hutang, gaji anggota, makan dan transport kalau ke Telkom. Atau terkadang kalau pas ada pesanan bisnis lebih, dan punya uang lebih. Eh, saat itu malah laptop gue masuk service dan bayar hampir 1 juta. Kan habis, jadi ketunda buat kos sendiri.

#Oh ya, balik lagi soal di Telkom
Yaps khusus hari ini, gue di Telkom lagi ngelola pesanan artikel bisnis mitra, komunikasi dengan anggota dan mitra di internet, serta mengerjakan projek penulisan karya buku gue. Selain itu, gue juga baca-baca novel. Ya bisa buat referensi perbandingan juga kan, untuk gue buat karya. Gue pun buat selingan, suka dengerin musik atau gossip terkait Mitha The Virgin atau Black Champagne. Yaps, walau gue nge-fand si Mitha tuh sebenarnya uda semenjak SMP. Tapi, gak tahu kenapa kemunculannya Mitha dengan Black Champagne, bikin gue kepo lagi. Pasalnya, gue ngefand banget sih. Gue sih bisa dibilang virginity banget gituh, tapi nggak ikut komunitasnya wkwkwk. Lalu, gimana tuh? Iya, soalnya dulu waktu SMP gue juga pernah ikutan gaya rambut si Mitha dan sejenisnya.

Gue datang di Telkom ini udah sejak kemarin lusa. Jadi, gue sudah 3 hari disini. Dan uang saku gue 30 ribu sudah habis Gays. Pasalnya, buat transfport naik Grab, beli makan, dan sedekah. Dan sekarang gays, gue lagi bingung. Apa buat gue wifian kalau uang uda habis, paketan juga habis. Mau pulang gue nggak bisa naik Grab, karena nggak ada uang. Mau disini juga, gimana ngerjain bisnis kalau nggak ada internet. Gue pun seharian belum makan. Minum aja gue ambil air kran, yapz air mentah. So, sementara gue ngerjain projek penulisan buku dan curcol lewat tulisan ini.
Emangnya belum dapat penghasilan dari bisnis?

Pesanan yang kami kerjakan saat ini, sudah ditransfer lunas di awal. Uang nya pun sudah terpakai, habis. Buat gaji anggota, buat kebutuhan pribadi yakni diputerin untuk biaya ngerjain pesanan kan harus pergi ke Telkom. Selain itu, kemarin buat ngambil laptop yang baru diservice. Habis hampir 1 juta.

Terus, belum dapat pesenan lagi?
Sebenarnya sih udah komunikasi, ada yang mau pesan yakni 1 eks buku puisiku, dan 1 jasa pasang FB Ads. Tapi, uangnya belum ditransfer. Ini gue lagi nungguin transferan pembayaran produk dari mitra. Doain ya Gays, agar segera Alloh mempermudahkan binis, kepemimpinan, rezeki, pekerjaan, karir, amal perjuangan, dan segala urusan gue. Amin ya robbal’alamin. Gue yakin, Alloh pasti bakal menolong gue. Alloh kan sudah janji akan menolong hambanya yang kesusahan. Pun Alloh juga berjanji akan melipatgandakan rezeki hambanya bagi yang bersedekah. Alkhamdulillah kemarin saya sudah sedekah. Terimalah amal sedekah saya kemarin dan jadikanlah berkah ya Alloh, amin ya robbal’alamin.



DUKUNG SITUS INI YA PEMIRSA, SUPAYA KAMI SEMANGAT UPLOAD CONTENT DAN BERBAGI ILMU SERTA MANFAAT.

DONASI DAPAT MELALUI BERIKUT INI =

0177-01-042715-50-9

EKA APRILIA.... BRI...

0895367203860

EKA APRILIA, OVO