Keajaiban Amal Perjuangan, Jadikan Saya Lulus Tepat Waktu Meski Jarang Masuk Kuliah

ZuperEka

Keajaiban Amal Perjuangan, Jadikan Saya Lulus Tepat Waktu Meski Jarang Masuk Kuliah

ZuperEka
Wednesday, November 7, 2018


Motivator_@Ratu Eka Bkj 


Banyak orang tidak percaya saat momen wisuda datang, saya berada di antara mereka. Mengapa? Eka, seorang mahasiswa yang jarang masuk kuliah namun mampu menaklukkan akademisnya. Bagaimana bisa? Semua dapat terjadi, jika Tuhan berkehendak. Menggantungkan segala aspek terhadap yang Maha Kuasa. Melakukan atas dasar nilai perjuangan idealisme. Demi berjuang serta beramal untuk kemajuan Negeri dan banyak orang.

Yapz benar, semua berawal dari niat Saya. Menjadi Organisatoris, bukan Saya gunakan untuk orientasi terhadap eksistensi. Namun, berjuang demi kebenaran dan keadilan. Mencoba memberikan solusi dan peran nyata dalam pembangunan peradaban Bangsa.

Terbukti dengan kisah, Saya mencetukan sebuah organisasi perjuangan bernama GERMUSA (Gerakan Komunitas Mahasiswa). Dengan menggandeng beberapa teman, organisasi komunitas tersebut resmi kita dirikan di tahun 2014. Bergerak untuk mengabdikan diri kepada Bangsa dalam menyadarkan dan memberdayakan.

Kami berjuang ke berbagai lini seperti Panti Asuhan, Sekolah, dan Mahasiswa. Kegiatan organisasi terkait keseluruhan acara, semua kita danai dengan uang pribadi para Bolo-Bolo yakni seluruh elemen yang ada di dalamnya. Tanpa memungut biaya kepada para masyarakat yang kita tuju untuk diberdayakan. Agenda memberikan isi terkait  motivasi mental, nasionalisme, dan literasi.

Selain mendirikan organisasi, Saya juga mengikuti organisasi lainnya sejumlah 20. Beragam segmen yang ada dalam organisasi tersebut seperti sosial, bisnis, Ormek (Organisasi ekstra kampus), motivasi, jurnalis, dan pemuda kreatif. 

Semua saya lakukan untuk berkontribusi terhadap Negeri, sekaligus melakukan analisis berhubungan dengan problem dalam organisasi. Sehingga, bisa diusahakan mencari jalan keluar agar menjadi lebih idealis. Detail tentang nama organisasinya, belum Saya bahas disini ya Guys. Nanti di tema artikel berikutnya. Oke.

Lalu, rasionalisasi apa yang bisa membuat saya tetap akademis dan lulus tepat waktu? Keajaiban cinta kepada Tuhan, dan dedikasi amal perjuangan. Yapz benar, Anda dapat mencobanya sendiri. Begitu banyak keindahan dan kemudahan yang datang, saat kita mengabdikan diri untuk kebaikan banyak orang. Yakin bahwa tiada kelebihan dari kita, selain semata-mata datang dari Tuhan yang Maha Esa. Tuhan ada dalam diri Anda. Maksudnya, semua gerak Anda dan kemampuan yang dimiliki semata-mata milik Sang Pencipta. Niscaya, kekuatan intuisi atau ilmu laduni akan diberikan oleh-Nya.

Sebaliknya, jika Anda bersombong dengan yakin bahwa pencapaian atau kepintaran datang hanya karena belajar keras dan diulang-ulang. Tidak membuat Anda cepat paham, yang ada lebih kesulitan didapatkan. Banyak diantara Anda yang bersusah payah belajar, tetapi tidak cerdas-cerdas. Sedangkan, ada temain lain tidak mengulang pelajaran. Tetapi bisa presentasi dengan memukau, pendapatnya penuh dengan kwalitas dan berbobot, didukung fakta, analisis, dan referensi yang kuat. Pasti Anda pernah menyaksikan kejadian itu bukan?

Ya benar, semua kembali pada keyakinan terhadap Tuhan dan diri sendiri. Sugesti positif dan berluas hati, akan menjadikan ilmu yang mencari Anda. Bukan Anda mengejar ilmu, tetapi dengan cepatnya pergi. Karena, keilmuwan itu sifatnya suci. Jika Anda mengotorinya, dengan rasa iri pada teman atau merasa kehebatannya karena semata-mata belajar dengan keras. Wawasan tidak akan mampu melekat lama di diri Anda. Tidak akan tahan, dan secepatnya menghilang.

Saya lulus tepat waktu dengan nilai 3,34 dengan predikat sangat memuaskan, walaupun jarang masuk kuliah. Dikarenakan sibuk dalam tanggungjawab pengelolaan amal perjuangan untuk Bangsa, bersama organisasi yang saya dirikan dan diikuti. Sering ada acara ke luar kota, dan berganti-ganti agenda yang berdekatan waktu tetapi berjauhan lokasi. 

Selanjutnya, terkadang ada sebagian mata kuliah yang dalam satu semester Saya hanya masuk 4 kali. Tetapi, juga mendapatkan nilai A. Ada yang dapat nilai hanya B+. Namun, bersyukurnya tidak ditemui satu pun mata kuliah yang harus mengulang. Semua aman. Mungkin atas pertimbangan, saat ujian Saya tetap hadir. Saat masuk kelas, saya berkontribusi dengan konsep keilmuwan yang baru.

Selain itu, banyak juga Dosen yang respek kepada Saya. Pasalnya, Saya setiap masuk kelas selalu memberikan materi presentasi yang berkualitas. Disertai analisis, fakta fenomena, dan dasar teoritis. Saya pun selalu berkontribusi dengan pendapat yang disertai dengan analisis kuat, bukti realitas, serta teori. 

Bahkan, Saya berani memberikan komentar terkait penyampaian Dosen jika ada yang saya analisis tidak sesuai dengan fenomena atau tidak relevan dengan teori. Alkhamdulillahnya, teman-teman yang heboh karena mengira Dosen akan marah pada Saya. Realitasnya berbeda, justru memberikan apresiasi yang positif kepada saya.

Jadi kita boleh saja mengingatkan Dosen, asalkan atas dasar membela idealisme atau kebenaran. Menyampaikan dengan bukti peristiwa atau fenomena, analisis matang, dan perbandingan teori atau referensi buku. Dilengkapi dengan bahasa yang baik, sopan, dan berpendidikan. Apapun yang dianggap orang umum membahayakan, akan menjadi prestasi jika kita percaya dengan keajaiban Tuhan. Menggantungkan dan meyakini segala tujuan, semata-mata demi cinta Tuhan dan amal perjuangan kemanusiaan.